Grep Volume ID OpenStack

List Volume ID di Satu Project

List Volume ID di Banyak Project

Sekian. πŸ™‚

Another way How to Extend a Windows Partition on OpenStack Instance

### Environment
– OpenStack Newton (KVM)
– Instance OS Windows Server 2012 R2
– Disk = 1TB [C:] 200GB [D:] 800GB
– Add Disk 1TB to [D:] Partition

### Compute OpenStack

Output:

### Windows Powel Shell


Refrensi: https://support.microsoft.com/en-us/help/832316/the-partition-size-is-extended-but-the-file-system-remains-the-origina

Proxmox VE : ALERT /dev/disk/by-uuid does not exist

Kode_Kesalahan_1
Okeh, setelah tanya sana sini di google akhirnya nemu juga orang yg ngalamin hal yang sama.

1. Saya langsung segera membuat bootable usb dengan isi GParted filenya yang hanya 227 MB tak butuh waktu lama untuk saya unduh dan buatkan bootablenya (ingat pilih yang x64 karena saya menghabiskan waktu 1 jam karena salah unduh)

2. Kaitkan /dev/sda1 (partisi / boot dari instalasi Proxmox) ke /mnt

3. Cek file device.map dan grub.cfg

Kode_Kesalahan_2

4. Selanjutnya Mari kita memeriksa UUID dari partisi root. Pertama mengaktifkan kelompok volume PvE:

5. Dimana titik LV root ?

6. Lihat UUID dari / dev / dm-1:

7. Lepaskan kaitan dan kaitkan lagi seperti kode dibawah

8. Change root untuk masuk kedalam system Proxmox

9. lalu Update grub

10. Jika menemukan kode kesalahan

Ubah file /mnt/grub/device.map menjadi (hd01) /dev/sda1

11. Vgdisplay tidak menunjukkan apa-apa. sebelum mengaktifkan VG PvE lagi:

12. Jalankan update-grub lagi

13. Saat update-grub system tidak memunculkan pesan kesalahan. Mari kita periksa kembali isi dari device.map dan grub.cfg :

14. Jika sudah benar, mari kita reboot dan lihat hasilnya. yeay mesin kembali berjalan tanpa kode kesalahan dan sedang memeriksa media penyimpanan tunggu sampai selesai dan mesin sudah kembali normal.
Kode_Kesalahan_3


Refrensi: http://www.claudiokuenzler.com/blog/442/grub2-boot-issue-error-alert-dev-disk-by-uuid-does-not-exist#.VWQI22F1i-k

Vyatta – Dasar Konfigurasi setelah instalasi

Setelah memulai mesin Vyatta. kalian harus login terlebih dahulu, isikan nama pengguna dengan vyatta dan vyattaΒ juga untuk kata sandinya. berikut ini adalah skenario topologi yang akan kita buat

 

Diagram1

 

Pertama-tama ketikan perintah dibawah ini untuk memasang

FYI Vyatta Command Mode:

1) Operational mode ($)
Mode operasional menyediakan akses ke perintah yang berkaitan dengan menunjukkan, jelas, mengaktifkan atau menonaktifkan debugging, serta perintah untuk mengkonfigurasi pengaturan terminal, memuat dan menyimpan konfigurasi, dan me-restart sistem.

2) Configuration mode (#)
Mode konfigurasi menyediakan akses ke perintah untuk membuat, mengubah, menghapus, melakukan dan menunjukkan informasi konfigurasi, serta perintah untuk menavigasi melalui hirarki konfigurasi.


1. Membuat user baru dengan hak admin, hal ini wajib dilakuin karena semua default login vyatta sama, caranya masuk mode configurasi lalu :

Vy_1
Verifikasi user baru yang tadi telah dibuat

Vy_2
Reboot lalu login dengan user yang baru, selanjutnya hapus user default vyatta nya

Vy_3
2. Setting host name, nama host name default untuk perangkat Vyatta adalah vyatta. Gunakan perintah berikut untuk mengubah nama host name.

Vy_4
PS: nama hostname akan terganti saat anda reboot dan login kembali

3. Untuk melihat antarmuka pada Vyatta gunakan perintah

Vy_8
4. Konfigurasi ip DHCP pada eth0

Vy_6
5. Konfigurasi ip STATIC pada eth1

Vy_7
6. Mengaktifkan akses SSH
Sebelum mengizinkan akses SSH, kita harus mengaktifkan layanan SSH pada sistem vyatta. Kita juga bisa mengubah port SSH (default adalah 22) untuk alasan tertentu πŸ˜€

Vy_9

7. Uji Coba dari klien

Linux : buka terminal (bukan terminal bis lho ya :p) lalu ketikan perintah

RHEL

Windows : Buka Putty, yang belum punya bisa download disini masukan IP Router dan sesuaikan Portnya lalu klik Open

Vy_11

lalu masukan password dan kalian sudah berhasil ssh ke vyatta

Vy_12


Refrensi: Vyatta/VyOS Fundamental by. Syah Dwi Phihatmoko at http://lokan.btech.co.id |Β https://rbgeek.wordpress.com/2013/05/06/vyatta-basic-configuration-after-installation/

Membuat Container di Proxmox VE

1. Pastikan kita sudah punya template container OpenVZ, jika belum punya bisa dicari dan unduh di http://openvz.org/Download/template/precreated

2. Jika sudah unduh atau memiliki template OpenVZ simpan filenya di folder

3. Sekarang masuk ke webpanel proxmox, masukan https://ip_proxmox:8006 pada browser kesayangan anda. port 8006 merupakan port standar webpanel proxmox.

4. Selanjutnya masuk dengan memasukan nama pengguna dan kata sandi anda.

5. Setelah masuk ke webpanel proxmox, klik β€œCreate CT” di pojok kanan atas untuk membuat container baru, isikan hostname dan kata sandi sesuai dengan yang diinginkan, jika sudah klik Next.

6. Selanjutnya pilih template yang tadi sudah disalin di langkah ke-2 klik Next.

OVZ_2

7. Konfigurasi jumlah memory (MB), swap (MB), disk size (GB) dan CPU sesuai kebutuhan. klik Next.

8. Selanjutnya konfigurasi Network sesuai kebutuhan. klik Next

OVZ_3

9. Lalu konfigurasikan DNS (Domain Name Service) klik Next.

OVZ_4

10. Pastikan kembali semua konfigurasi di tab Confirm, jika sudah benar dan yakin klik Finish. Jika muncul keluaran TASK OK maka proses berhasil.

11. Jika sudah berhasil klik kanan container yang baru kita buat, lalu klik Start
dan container siap untuk digunakan.


Refrensi: https://sdmokonote.wordpress.com/2015/02/12/memasang-container-openvz-di-proxmox/