Another way How to Extend a Windows Partition on OpenStack Instance

### Environment
– OpenStack Newton (KVM)
– Instance OS Windows Server 2012 R2
– Disk = 1TB [C:] 200GB [D:] 800GB
– Add Disk 1TB to [D:] Partition

### Compute OpenStack

cd /var/lib/nova/instance/a1b2c3e4f5gxxxxxx
qemu-img create -f qcow2 disk-new.qcow2 2040G
virt-resize disk disk-new.qcow2 --expand /dev/sda2
[root@openstack a1b2c3e4f5gxxxxxx]# virt-resize disk disk-new.qcow2 --expand /dev/sda2

Output:

[   0.0] Examining disk
**********

Summary of changes:

/dev/sda1: This partition will be left alone.

/dev/sda2: This partition will be resized from 824.0G to 1840.0G.

**********
[   3.8] Setting up initial partition table on disk-new.qcow2
[   4.0] Copying /dev/sda1
 100% ⟦▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒⟧ 00:00
[ 865.4] Copying /dev/sda2
100% ⟦▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒⟧ 00:00
Resize operation completed with no errors.  Before deleting the old disk,
carefully check that the resized disk boots and works correctly.
[root@openstack a1b2c3e4f5gxxxxxx]# cp -v disk-new.qcow2 disk

### Windows Powel Shell

C:\>chkdsk D:
C:\>diskpart 
DISKPART> list volume 
DISKPART> select volume 1 
DISKPART> extend filesystem

DiskPart successfully extended the file system on the volume.
DISKPART> list volume

  Volume ###  Ltr  Label        Fs     Type        Size     Status     Info
  ----------  ---  -----------  -----  ----------  -------  ---------  --------
  Volume 0     C   WINSRV2012R  NTFS   Partition    200 GB  Healthy    System
  Volume 1     D   DATA         NTFS   Partition   1839 GB  Healthy
DISKPART> exit

Refrensi: https://support.microsoft.com/en-us/help/832316/the-partition-size-is-extended-but-the-file-system-remains-the-origina

Proxmox VE : ALERT /dev/disk/by-uuid does not exist

ALERT! /dev/disk/by-uuid/32629f4d-4bd3-41df-b3d6-deac7c677311 does not exist.
Dropping to a shell!

Kode_Kesalahan_1
Okeh, setelah tanya sana sini di google akhirnya nemu juga orang yg ngalamin hal yang sama.

1. Saya langsung segera membuat bootable usb dengan isi GParted filenya yang hanya 227 MB tak butuh waktu lama untuk saya unduh dan buatkan bootablenya (ingat pilih yang x64 karena saya menghabiskan waktu 1 jam karena salah unduh)

2. Kaitkan /dev/sda1 (partisi / boot dari instalasi Proxmox) ke /mnt

mount /dev/sda1 /mnt

3. Cek file device.map dan grub.cfg

cat /mnt/grub/device.map
cat /mnt/grub/grub.cfg

Kode_Kesalahan_2

4. Selanjutnya Mari kita memeriksa UUID dari partisi root. Pertama mengaktifkan kelompok volume PvE:

vgchange -ay pve
 3 logical volume(s) in volume group "pve" now active

5. Dimana titik LV root ?

ls -l /dev/mapper | grep pve-root
lrwxrwxrwx 1 root root 7 Feb  2 09:06 pve-root -> ../dm-1

6. Lihat UUID dari / dev / dm-1:

ls -l /dev/disk/by-uuid | grep dm-1
lrwxrwxrwx 1 root root 10 Feb  2 09:06 32629f4d-4bd3-41df-b3d6-deac7c67731

7. Lepaskan kaitan dan kaitkan lagi seperti kode dibawah

umount /mnt

mount /dev/mapper/pve-root /mnt
mount /dev/sda1 /mnt/boot
mount --bind /dev /mnt/dev
mount --bind /proc /mnt/proc
mount --bind /sys /mnt/sys

8. Change root untuk masuk kedalam system Proxmox

 chroot /mnt

9. lalu Update grub

update-grub 

10. Jika menemukan kode kesalahan

 /usr/sbin/grub-probe: error: Couldn't find PV pv1. Check your device.map.

Ubah file /mnt/grub/device.map menjadi (hd01) /dev/sda1

nano /mnt/grub/device.map
(hd01) /dev/sda1

11. Vgdisplay tidak menunjukkan apa-apa. sebelum mengaktifkan VG PvE lagi:

vgchange -ay pve
  3 logical volume(s) in volume group "pve" now active

pvdisplay
--- Physical volume ---
PV Name        /dev/sda2
VG Name        pve
[...]
PV UUID        1YMsls-ycW4-aqWL-MEsC-EOFM-VVyI-4UrgFY
[...]

12. Jalankan update-grub lagi

update-grub

13. Saat update-grub system tidak memunculkan pesan kesalahan. Mari kita periksa kembali isi dari device.map dan grub.cfg :

cat /boot/grub/device.map
(hd0) /dev/sda1
cat /boot/grub/grub.cfg 

14. Jika sudah benar, mari kita reboot dan lihat hasilnya. yeay mesin kembali berjalan tanpa kode kesalahan dan sedang memeriksa media penyimpanan tunggu sampai selesai dan mesin sudah kembali normal.
Kode_Kesalahan_3


Refrensi: http://www.claudiokuenzler.com/blog/442/grub2-boot-issue-error-alert-dev-disk-by-uuid-does-not-exist#.VWQI22F1i-k

Vyatta – Dasar Konfigurasi setelah instalasi

Setelah memulai mesin Vyatta. kalian harus login terlebih dahulu, isikan nama pengguna dengan vyatta dan vyatta juga untuk kata sandinya. berikut ini adalah skenario topologi yang akan kita buat

 

Diagram1

 

Pertama-tama ketikan perintah dibawah ini untuk memasang

$ install image

FYI Vyatta Command Mode:

1) Operational mode ($)
Mode operasional menyediakan akses ke perintah yang berkaitan dengan menunjukkan, jelas, mengaktifkan atau menonaktifkan debugging, serta perintah untuk mengkonfigurasi pengaturan terminal, memuat dan menyimpan konfigurasi, dan me-restart sistem.

2) Configuration mode (#)
Mode konfigurasi menyediakan akses ke perintah untuk membuat, mengubah, menghapus, melakukan dan menunjukkan informasi konfigurasi, serta perintah untuk menavigasi melalui hirarki konfigurasi.


1. Membuat user baru dengan hak admin, hal ini wajib dilakuin karena semua default login vyatta sama, caranya masuk mode configurasi lalu :

# set system login user "namauser" authentication plaintext-password "password"
# set system login user "namauseryangtadi" level admin
# commit

Vy_1
Verifikasi user baru yang tadi telah dibuat

# show system login user "usernameyangtadi"

Vy_2
Reboot lalu login dengan user yang baru, selanjutnya hapus user default vyatta nya

# delete system login user vyatta
# commit
# save

Vy_3
2. Setting host name, nama host name default untuk perangkat Vyatta adalah vyatta. Gunakan perintah berikut untuk mengubah nama host name.

# set system host-name "namahostname"
# commit
# save

Vy_4
PS: nama hostname akan terganti saat anda reboot dan login kembali

3. Untuk melihat antarmuka pada Vyatta gunakan perintah

$ show interfaces

Vy_8
4. Konfigurasi ip DHCP pada eth0

# set interfaces ethernet eth0 address dhcp
# commit
# save

Vy_6
5. Konfigurasi ip STATIC pada eth1

# set interfaces ethernet eth1 address "ipaddress/prefix"
# commit
# save

Vy_7
6. Mengaktifkan akses SSH
Sebelum mengizinkan akses SSH, kita harus mengaktifkan layanan SSH pada sistem vyatta. Kita juga bisa mengubah port SSH (default adalah 22) untuk alasan tertentu 😀

# set service ssh
# set service ssh port "noport"
# commit
# save

Vy_9

7. Uji Coba dari klien

Linux : buka terminal (bukan terminal bis lho ya :p) lalu ketikan perintah

ssh -l ary 10.69.69.1 -p 6969
ssh -l "namauser" "iprouter" -p "port"

RHEL

Windows : Buka Putty, yang belum punya bisa download disini masukan IP Router dan sesuaikan Portnya lalu klik Open

Vy_11

lalu masukan password dan kalian sudah berhasil ssh ke vyatta

Vy_12


Refrensi: Vyatta/VyOS Fundamental by. Syah Dwi Phihatmoko at http://lokan.btech.co.idhttps://rbgeek.wordpress.com/2013/05/06/vyatta-basic-configuration-after-installation/

Membuat Container di Proxmox VE

1. Pastikan kita sudah punya template container OpenVZ, jika belum punya bisa dicari dan unduh di http://openvz.org/Download/template/precreated

2. Jika sudah unduh atau memiliki template OpenVZ simpan filenya di folder

/var/lib/vz/template/cache

3. Sekarang masuk ke webpanel proxmox, masukan https://ip_proxmox:8006 pada browser kesayangan anda. port 8006 merupakan port standar webpanel proxmox.

4. Selanjutnya masuk dengan memasukan nama pengguna dan kata sandi anda.

5. Setelah masuk ke webpanel proxmox, klik “Create CT” di pojok kanan atas untuk membuat container baru, isikan hostname dan kata sandi sesuai dengan yang diinginkan, jika sudah klik Next.

6. Selanjutnya pilih template yang tadi sudah disalin di langkah ke-2 klik Next.

OVZ_2

7. Konfigurasi jumlah memory (MB), swap (MB), disk size (GB) dan CPU sesuai kebutuhan. klik Next.

8. Selanjutnya konfigurasi Network sesuai kebutuhan. klik Next

OVZ_3

9. Lalu konfigurasikan DNS (Domain Name Service) klik Next.

OVZ_4

10. Pastikan kembali semua konfigurasi di tab Confirm, jika sudah benar dan yakin klik Finish. Jika muncul keluaran TASK OK maka proses berhasil.

11. Jika sudah berhasil klik kanan container yang baru kita buat, lalu klik Start
dan container siap untuk digunakan.


Refrensi: https://sdmokonote.wordpress.com/2015/02/12/memasang-container-openvz-di-proxmox/

Install Proxmox VE di VM VirtualBox

Proxmox VE merupakan sebuah distro Linux turunan dari Debian (64 bit)
berbasis CLI (Command line Interface). Proses installasi dan administrasi Proxmox VE ini cukup keren karena berbasis Web. Proxmox VE ini sendiri juga dimanfaatkan untuk membuat cloud computing.

Berikut ini saya akan membagikan sedikit cara untuk menginstall Proxmox di Virtual Box.

1. Buka virtual mesin VM VirtualBox yang telah terinstall, karena kita akan menginstall virtual mesin yang baru maka pilih New pada menu.

2. Pada Kotak dialog Create Virtual Machine, isi nama sesuai keinginan anda,Untuk Type dan Version. Kemudian klik Next untuk melanjutkan ke proses selanjutnya

VB_01

3. Kemudian atur kapasitas memori yang dibutuhkan. Sebenarnya sudah direkomendsikan oleh si Virtual Mesin, namun disarankan untuk mengisi 1024 MB keatas. Setelah itu klik Next.

VB_02

4. Pada Kotak dialog Hard Drive pilih Create a virtual Hard drive now. Kemudian klik Create.

VB_03

5. Pada Kotak Dialog Hard drive file type pilih VDI (VirtualBox Disk Image) Kemudian klik Next.

6. Pada Kotak dialog Storage on physical hard drive pilih Dynamically allocated. Kemudian klik Next.

7. Pada Kotak Dialog File location and Size tentukan lokasi penyimpanan data Jika partisi telah siap, dan ukuran memori penyimpanan hard disk. Kemudain klik Create.

VB_04
8. Kemudian masukan file ISO Proxmox kedalam virtual box, lalu klik Start.

VB_05

9. Yap proses intallasi pun dimulai, di layar boot loader tekan saja enter untuk melanjutkan.

1

10. Kemudian pilih Agree di layar lisensi.

2

11. Pada tahap ini pastikan kembali target harddisk yang akan digunakan. Klik Next untuk melanjutkan instalasi Proxmox VE.

3

12. Di layar pengaruran Location and Time Zone, pilih Indonesia dan zona waktu yang sesuai. Klik Next untuk melanjutkan instalasi Proxmox VE.

4

13. Selanjutnya tentukan kata sandi dan surel untuk pengguna root yang nantinya akan digunakan untuk mengatur server virtualisasi Proxmox VE ini.

5

14. Kemudian lakukan pengaturan nama host, alamat IP, default gateway, dan DNS untuk server Proxmox VE.

15. Tunggu hingga proses Instalasi Proxmox VE selesai. Di akhir instalasi instalasi klik Reboot untuk masuk ke sistem Proxmox VE yang baru saja diinstall.


Refrensi: http://erela19.blogspot.com | http://ilmukomputer.com