Ulasan Sepatu FANS Edisi Spesial openSUSE

Ya, saya masih (belum) bisa move on dari acara openSUSE.Asia Summit 2016 yang keren itu.


Maka dari itu berikut sedikit ulasan dari saya mengenai sepatu yang saya dapatkan di acara super keren di Yogyakarta kemarin:

Kotak
Agak sedikit berbeda dengan sepatu FANS edisi GNOME.Asia Summit 2015 yang saya dapatkan tahun lalu waktu jadi Local Committee πŸ˜€

1

Bagian Kanan, terdapat informasi model, warna dan ukuran sepatu.

2

Bagian Kiri, terdapat 2 logo baru yang tidak saya temukan di edisi sebelumnya.

3

Model
Pada edisi spesial openSUSE ini menggunakan model Sepatu FANS Casual Muller

5

Super Legit!

17

7

11

Impresi awal
Bahan Sole dari sepatu ini menggunakan Rubber berwana putih dengan grip Zigzag dan tulisan FANS dibawahnya. Tidak hanya itu mereka konsisten dalam penggunaan teknologi tapak dijahit. Bikin sepatu makin kuat dan gak khawatir lemnya haus. (red. nyoplok) πŸ˜›

9

Bagian Upper sepatu ini merupakan paduan keren antara Mesh dan Synthetic Leather, lining jahitan juga begitu sangat rapih. Selain itu juga terdapat logo Geeko embos dengan tulisan melingkar “FANS openSUSE INDONESIA”

6

dan ini yg menurut saya keren dari sepatu FANS edisi spesial openSUSE, kita dikasih openF-LOCK dan openF-POCKET sama pak Iwan Tahari, thanks Pak!

openF-LOCK
Ini merupakan inovasi desain terbuka dari sepatu FANS dengan tampilan yang keren, ringan dan praktirs. Bisa mempermudah kita dalam melepas atau mengikat sepatu.

15

openF-POCKET
Kantung tempat menaruh sisa tali sepatu yg sudah diikat, dilengkapi dengan karet yang dimasukan ke Tongue. Jadi gak perlu khawatir lagi tali sepatu terlepas keluar atau terinjak.

16

Kesimpulan
Sepatu FANS ini sangat nyaman untuk digunakan, terutama bagi kalian yang suka lepas pasang sepatu karena ada fitur openF-LOCK dan openF-POCKET yang sangat membantu. Selain karena nyaman untuk digunakan, sepatu ini menggunakan bahan berkualitas yang kuat yang dapat lebih tahan lama. Sedikit kekurangannya hanya pada Sole nya yang sedikit licin . Tapi secara keseluruhan sepatu ini sangat sangat lah keren!

On feet! gimana, keren kan? πŸ˜›

18

Foto on feet ini dijepret oleh si Pule dengan kamera pinjeman dari si Dendy

Foto-foto saya lainnya bisa dilihat di album Flickr, dan tutorial cara pemasangan openF-LOCK bisa cek di channel YouTube-nya Aris.

Terima kasih sepatu FANS, pak Iwan Tahari dan openSUSE Indonesia!


ps. jika mau preorder sepatu ini, silahkan kunjungi tautan berikut:
Preorder Sepatu FANS openSUSE Indonesia

[FR] openSUSE.Asia Summit 2016 – Yogyakarta Indonesia

On June 6th, 2016 Indonesia has been chosen as the next place for the openSUSE Asia Summit. The committee opened Call For Paper from June 22th, 2016 until August 3rd, 2016. After reading the announcement I started to write a paper about Clustering Docker with Docker Swarm on openSUSE

Fortunately, my paper was chosen as one of accepted papers. Hence, I became one of the Speakers for the conference. I felt so excited, to support my presentation I made some experiments on Docker’s Clustering
DSC03608

After that, I applied for financial support to the openSUSE.
The committee accepted my travel support proposal, Yeah! but with some minor changes πŸ˜›

On the day before the actual main event. I, along with my other 9 friends from GNU/Linux Bogor , left from Jakarta to Yogyakarta by train (Taksaka Pagi). The journey to Yogyakarta took around 8 hours.

DSC02999
On the next day, there was the pre summit (Day0) where I attended the workshop as a participant with Aris.

After that, on tomorrow afternoon (Day1) it was the schedule for my presentation
DSC03204

The second day (Day2), I follow some sessions and then I meet a lot of new people πŸ™‚
DSC03124

Whooo!
DSC03636
with Geeko
DSC03616

After the main event has finished the local committee planed for us One Day Trip to Borobudur temple, Prambanan temple and Malioboro
IMG_20161003_165716_HDR

In the end, the whole event was such a good and fun experience for me!
I hope i can attend on the next Summit.

You can see more pictures on Flickr. Video available at YouTube.

Thank you, Matur Suwun, Terima kasih! πŸ˜€

Proxmox VE : ALERT /dev/disk/by-uuid does not exist

ALERT! /dev/disk/by-uuid/32629f4d-4bd3-41df-b3d6-deac7c677311 does not exist.
Dropping to a shell!

Kode_Kesalahan_1
Okeh, setelah tanya sana sini di google akhirnya nemu juga orang yg ngalamin hal yang sama.

1. Saya langsung segera membuat bootable usb dengan isi GParted filenya yang hanya 227 MB tak butuh waktu lama untuk saya unduh dan buatkan bootablenya (ingat pilih yang x64 karena saya menghabiskan waktu 1 jam karena salah unduh)

2. Kaitkan /dev/sda1 (partisi / boot dari instalasi Proxmox) ke /mnt

mount /dev/sda1 /mnt

3. Cek file device.map dan grub.cfg

cat /mnt/grub/device.map
cat /mnt/grub/grub.cfg

Kode_Kesalahan_2

4. Selanjutnya Mari kita memeriksa UUID dari partisi root. Pertama mengaktifkan kelompok volume PvE:

vgchange -ay pve
 3 logical volume(s) in volume group "pve" now active

5. Dimana titik LV root ?

ls -l /dev/mapper | grep pve-root
lrwxrwxrwx 1 root root 7 Feb  2 09:06 pve-root -> ../dm-1

6. Lihat UUID dari / dev / dm-1:

ls -l /dev/disk/by-uuid | grep dm-1
lrwxrwxrwx 1 root root 10 Feb  2 09:06 32629f4d-4bd3-41df-b3d6-deac7c67731

7. Lepaskan kaitan dan kaitkan lagi seperti kode dibawah

umount /mnt

mount /dev/mapper/pve-root /mnt
mount /dev/sda1 /mnt/boot
mount --bind /dev /mnt/dev
mount --bind /proc /mnt/proc
mount --bind /sys /mnt/sys

8. Change root untuk masuk kedalam system Proxmox

 chroot /mnt

9. lalu Update grub

update-grub 

10. Jika menemukan kode kesalahan

 /usr/sbin/grub-probe: error: Couldn't find PV pv1. Check your device.map.

Ubah file /mnt/grub/device.map menjadi (hd01) /dev/sda1

nano /mnt/grub/device.map
(hd01) /dev/sda1

11. Vgdisplay tidak menunjukkan apa-apa. sebelum mengaktifkan VG PvE lagi:

vgchange -ay pve
  3 logical volume(s) in volume group "pve" now active

pvdisplay
--- Physical volume ---
PV Name        /dev/sda2
VG Name        pve
[...]
PV UUID        1YMsls-ycW4-aqWL-MEsC-EOFM-VVyI-4UrgFY
[...]

12. Jalankan update-grub lagi

update-grub

13. Saat update-grub system tidak memunculkan pesan kesalahan. Mari kita periksa kembali isi dari device.map dan grub.cfg :

cat /boot/grub/device.map
(hd0) /dev/sda1
cat /boot/grub/grub.cfg 

14. Jika sudah benar, mari kita reboot dan lihat hasilnya. yeay mesin kembali berjalan tanpa kode kesalahan dan sedang memeriksa media penyimpanan tunggu sampai selesai dan mesin sudah kembali normal.
Kode_Kesalahan_3


Refrensi: http://www.claudiokuenzler.com/blog/442/grub2-boot-issue-error-alert-dev-disk-by-uuid-does-not-exist#.VWQI22F1i-k

Vyatta – Dasar Konfigurasi setelah instalasi

Setelah memulai mesin Vyatta. kalian harus login terlebih dahulu, isikan nama pengguna dengan vyatta dan vyattaΒ juga untuk kata sandinya. berikut ini adalah skenario topologi yang akan kita buat

 

Diagram1

 

Pertama-tama ketikan perintah dibawah ini untuk memasang

$ install image

FYI Vyatta Command Mode:

1) Operational mode ($)
Mode operasional menyediakan akses ke perintah yang berkaitan dengan menunjukkan, jelas, mengaktifkan atau menonaktifkan debugging, serta perintah untuk mengkonfigurasi pengaturan terminal, memuat dan menyimpan konfigurasi, dan me-restart sistem.

2) Configuration mode (#)
Mode konfigurasi menyediakan akses ke perintah untuk membuat, mengubah, menghapus, melakukan dan menunjukkan informasi konfigurasi, serta perintah untuk menavigasi melalui hirarki konfigurasi.


1. Membuat user baru dengan hak admin, hal ini wajib dilakuin karena semua default login vyatta sama, caranya masuk mode configurasi lalu :

# set system login user "namauser" authentication plaintext-password "password"
# set system login user "namauseryangtadi" level admin
# commit

Vy_1
Verifikasi user baru yang tadi telah dibuat

# show system login user "usernameyangtadi"

Vy_2
Reboot lalu login dengan user yang baru, selanjutnya hapus user default vyatta nya

# delete system login user vyatta
# commit
# save

Vy_3
2. Setting host name, nama host name default untuk perangkat Vyatta adalah vyatta. Gunakan perintah berikut untuk mengubah nama host name.

# set system host-name "namahostname"
# commit
# save

Vy_4
PS: nama hostname akan terganti saat anda reboot dan login kembali

3. Untuk melihat antarmuka pada Vyatta gunakan perintah

$ show interfaces

Vy_8
4. Konfigurasi ip DHCP pada eth0

# set interfaces ethernet eth0 address dhcp
# commit
# save

Vy_6
5. Konfigurasi ip STATIC pada eth1

# set interfaces ethernet eth1 address "ipaddress/prefix"
# commit
# save

Vy_7
6. Mengaktifkan akses SSH
Sebelum mengizinkan akses SSH, kita harus mengaktifkan layanan SSH pada sistem vyatta. Kita juga bisa mengubah port SSH (default adalah 22) untuk alasan tertentu πŸ˜€

# set service ssh
# set service ssh port "noport"
# commit
# save

Vy_9

7. Uji Coba dari klien

Linux : buka terminal (bukan terminal bis lho ya :p) lalu ketikan perintah

ssh -l ary 10.69.69.1 -p 6969
ssh -l "namauser" "iprouter" -p "port"

RHEL

Windows : Buka Putty, yang belum punya bisa download disini masukan IP Router dan sesuaikan Portnya lalu klik Open

Vy_11

lalu masukan password dan kalian sudah berhasil ssh ke vyatta

Vy_12


Refrensi: Vyatta/VyOS Fundamental by. Syah Dwi Phihatmoko at http://lokan.btech.co.id |Β https://rbgeek.wordpress.com/2013/05/06/vyatta-basic-configuration-after-installation/