Install a Ceph Storage Cluster on All in One Node

Mari langsung saja, cara membuat Ceph Storage Cluster di openSUSE Leap dalam satu Node.

Persiapan

  • Hostname: ceph-aio
  • OS: openSUSE 42.2
  • 3 Disk tambahan untuk OSD
  • Akses Internet

Pasang paket ceph dan ceph-deploy

zypper -y install ceph
zypper -y install ceph-deploy

Buat user baru untuk ceph-deploy

useradd -m -s /bin/bash ary
passwd ary

Konfigurasi agar user ceph-deploy tadi memiliki privileges root

echo "ary ALL = (root) NOPASSWD:ALL" | sudo tee /etc/sudoers.d/ary
chmod 0440 /etc/sudoers.d/ary

Masuk sebagai pengguna baru yang tadi telah dibuat, lalu generate kunci publik untuk ssh tanpa sandi

sudo su - ary
ssh-keygen
ssh-copy-id ary@ceph-aio

Buat direktori baru untuk ceph-deploy

cd ~
mkdir my-cluster
cd my-cluster

Buat konfigurasi cluster di direktori ini

ceph-deploy new ceph-aio
ls -lh

Setelah ceph-deploy new maka akan terbuat file konfigurasi baru di direktori tadi, set replikasi menjadi = 2  dan type = 0 karena kita menggunakan AIO node

echo "osd pool default size = 2" >> ceph.conf
echo "osd crush chooseleaf type = 0" >> ceph.conf
echo "public network = 10.7.7.0/24" >> ceph.conf

Pasang Ceph

ceph-deploy install ceph-aio
sudo chown -R ceph:ceph /var/lib/ceph/mon

Buat monitor awal

ceph-deploy mon create ceph-aio
ceph-deploy mon create-initial

Generate kunci untuk autentikasi

ceph-deploy gatherkeys ceph-aio

Setelah selesai, harusnya direktori  terdapat keyrings berikut:

{cluster-name}.client.admin.keyring
{cluster-name}.bootstrap-osd.keyring
{cluster-name}.bootstrap-mds.keyring
{cluster-name}.bootstrap-rgw.keyring

Buat partisi storage

sudo /dev/vdX

vdX type =  83

sudo partprobe
sudo fdisk -l

Format dan mounting disk

sudo mkfs.xfs /dev/vdb1
sudo mkdir -p /var/local/osd-vdb1
sudo mkfs.xfs /dev/vdc1
sudo mkdir -p /var/local/osd-vdc1
sudo mkfs.xfs /dev/vdd1
sudo mkdir -p /var/local/osd-vdd1
exit
echo "/dev/vdb1 /var/local/osd-vdb1 xfs defaults 0 0" >>/etc/fstab
echo "/dev/vdc1 /var/local/osd-vdc1 xfs defaults 0 0" >>/etc/fstab
echo "/dev/vdd1 /var/local/osd-vdd1 xfs defaults 0 0" >>/etc/fstab
mount -a
mount | grep vd
df -h

Ubah permission di direktori yang sudah dibuat tadi

sudo su - ary
cd ~/my-cluster
sudo chown ceph:ceph /var/local/osd*

Jalankan prepare dan activate untuk disk OSD

ceph-deploy osd prepare ceph-aio:/var/local/osd-vdb1 ceph-aio:/var/local/osd-vdc1 ceph-aio:/var/local/osd-vdd1
ceph-deploy osd activate ceph-aio:/var/local/osd-vdb1 ceph-aio:/var/local/osd-vdc1 ceph-aio:/var/local/osd-vdd1

Salin konfigurasi dan key admin

ceph-deploy admin ceph-aio

Set permission

sudo chmod +r /etc/ceph/ceph.client.admin.keyring

Cek cluster dan osd status

ceph -s
ceph osd tree

Tes membuat pool dan operasi object data

ceph osd pool create pool-01 128
echo coba > coba.txt
echo test > test.txt
echo okay > okay.txt
rados put object-01 coba.txt --pool=pool-01
rados put object-02 test.txt --pool=pool-01
rados put object-03 okay.txt --pool=pool-01
rados ls --pool=pool-01

Verifikasi

sudo find /var/local/osd* -name *object-01*
sudo find /var/local/osd* -name *object-02*
sudo find /var/local/osd* -name *object-03*

Proxmox Bind Mount – Mount Storage dari Host ke container LXC

Sebelum mulai pastikan kedua direktori di Host dan di lokasi target Container sudah dibuat. Sebagai contoh saya ingin me-mount direktori
/mnt/share-storage/ dari Host ke dalam Container direktori /mnt/data/
Mesin Proxmox yang saya gunakan versi: Proxmox Virtual Environment 4.3

1. Cek ID container

root@host:~# lxc-ls --fancy
NAME STATE   AUTOSTART GROUPS IPV4                 
311  RUNNING 0         -      10.0.0.211, -    
312  RUNNING 0         -      10.0.0.212, -    
313  RUNNING 0         -      10.0.0.213, -

2. Edit berkas konfigurasi container LXC

root@host:~# vim /etc/pve/lxc/313.conf

3. Tambahkan baris berikut

mp0:[SOURCE-HOST],mp=[TARGET-CONTAINER]
mp0:/mnt/share-storage/,mp=/mnt/data/

4. Kemudian muat ulang container

root@host:~# lxc-stop -n 313 
root@host:~# lxc-start -n 313

5. Verifikasi hasil bind mount didalam container

root@host:~# lxc-attach -n 313 

root@ct313:~# df -h
Filesystem      Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/loop2      148G  867M  140G   1% /
/dev/sdb1       1.1T   71M  1.1T   1% /mnt/data
none            492K     0  492K   0% /dev
tmpfs            32G     0   32G   0% /dev/shm
tmpfs            32G  8.2M   32G   1% /run
tmpfs           5.0M     0  5.0M   0% /run/lock
tmpfs            32G     0   32G   0% /sys/fs/cgroup

6. Jika Anda memiliki beberapa path yang ingin di-mount maka tinggal tambahkan saja dibawah baris mp0 jadi mp1, mp2, dst

mp0:/mnt/share-storage/,mp=/mnt/data/
mp1:/mnt/pve/share-storage1,mp=/mnt/data1
mp2:/mnt/pve/share-storage2,mp=/mnt/data2
...

~Sekian dan Semoga bermanfaat. 😀

Konfigurasi Swarm Cluster di openSUSE Leap (Docker 1.21)

Setelah kemarin di openSUSE.Asia Summit 2016 saya mengunakan the old way dalam membangun Docker Swarm Cluster 😀

Maka dari itu saya membuat video ini, yang akan menjelaskan bagaimana cara membuat Docker Swarm Cluster, Join to Swarm Manager, Create Service, Scaling Service dan Failover dengan the new wayEnjoy!

~Sekian dan Terima kasih!


Refrensi: Pak Max Huang | Docker Engine 1.12 comes with built-in Distribution & Orchestration System

Ulasan Sepatu FANS Edisi Spesial openSUSE

Ya, saya masih (belum) bisa move on dari acara openSUSE.Asia Summit 2016 yang keren itu.


Maka dari itu berikut sedikit ulasan dari saya mengenai sepatu yang saya dapatkan di acara super keren di Yogyakarta kemarin:

Kotak
Agak sedikit berbeda dengan sepatu FANS edisi GNOME.Asia Summit 2015 yang saya dapatkan tahun lalu waktu jadi Local Committee 😀

1

Bagian Kanan, terdapat informasi model, warna dan ukuran sepatu.

2

Bagian Kiri, terdapat 2 logo baru yang tidak saya temukan di edisi sebelumnya.

3

Model
Pada edisi spesial openSUSE ini menggunakan model Sepatu FANS Casual Muller

5

Super Legit!

17

7

11

Impresi awal
Bahan Sole dari sepatu ini menggunakan Rubber berwana putih dengan grip Zigzag dan tulisan FANS dibawahnya. Tidak hanya itu mereka konsisten dalam penggunaan teknologi tapak dijahit. Bikin sepatu makin kuat dan gak khawatir lemnya haus. (red. nyoplok) 😛

9

Bagian Upper sepatu ini merupakan paduan keren antara Mesh dan Synthetic Leather, lining jahitan juga begitu sangat rapih. Selain itu juga terdapat logo Geeko embos dengan tulisan melingkar “FANS openSUSE INDONESIA”

6

dan ini yg menurut saya keren dari sepatu FANS edisi spesial openSUSE, kita dikasih openF-LOCK dan openF-POCKET sama pak Iwan Tahari, thanks Pak!

openF-LOCK
Ini merupakan inovasi desain terbuka dari sepatu FANS dengan tampilan yang keren, ringan dan praktirs. Bisa mempermudah kita dalam melepas atau mengikat sepatu.

15

openF-POCKET
Kantung tempat menaruh sisa tali sepatu yg sudah diikat, dilengkapi dengan karet yang dimasukan ke Tongue. Jadi gak perlu khawatir lagi tali sepatu terlepas keluar atau terinjak.

16

Kesimpulan
Sepatu FANS ini sangat nyaman untuk digunakan, terutama bagi kalian yang suka lepas pasang sepatu karena ada fitur openF-LOCK dan openF-POCKET yang sangat membantu. Selain karena nyaman untuk digunakan, sepatu ini menggunakan bahan berkualitas yang kuat yang dapat lebih tahan lama. Sedikit kekurangannya hanya pada Sole nya yang sedikit licin . Tapi secara keseluruhan sepatu ini sangat sangat lah keren!

On feet! gimana, keren kan? 😛

18

Foto on feet ini dijepret oleh si Pule dengan kamera pinjeman dari si Dendy

Foto-foto saya lainnya bisa dilihat di album Flickr, dan tutorial cara pemasangan openF-LOCK bisa cek di channel YouTube-nya Aris.

Terima kasih sepatu FANS, pak Iwan Tahari dan openSUSE Indonesia!


ps. jika mau preorder sepatu ini, silahkan kunjungi tautan berikut:
Preorder Sepatu FANS openSUSE Indonesia

[FR] openSUSE.Asia Summit 2016 – Yogyakarta Indonesia

On June 6th, 2016 Indonesia has been chosen as the next place for the openSUSE Asia Summit. The committee opened Call For Paper from June 22th, 2016 until August 3rd, 2016. After reading the announcement I started to write a paper about Clustering Docker with Docker Swarm on openSUSE

Fortunately, my paper was chosen as one of accepted papers. Hence, I became one of the Speakers for the conference. I felt so excited, to support my presentation I made some experiments on Docker’s Clustering
DSC03608

After that, I applied for financial support to the openSUSE.
The committee accepted my travel support proposal, Yeah! but with some minor changes 😛

On the day before the actual main event. I, along with my other 9 friends from GNU/Linux Bogor , left from Jakarta to Yogyakarta by train (Taksaka Pagi). The journey to Yogyakarta took around 8 hours.

DSC02999
On the next day, there was the pre summit (Day0) where I attended the workshop as a participant with Aris.

After that, on tomorrow afternoon (Day1) it was the schedule for my presentation
DSC03204

The second day (Day2), I follow some sessions and then I meet a lot of new people 🙂
DSC03124

Whooo!
DSC03636
with Geeko
DSC03616

After the main event has finished the local committee planed for us One Day Trip to Borobudur temple, Prambanan temple and Malioboro
IMG_20161003_165716_HDR

In the end, the whole event was such a good and fun experience for me!
I hope i can attend on the next Summit.

You can see more pictures on Flickr. Video available at YouTube.

Thank you, Matur Suwun, Terima kasih! 😀